 | Blog | Mar 28, 2011 |
Wijhatul Haq PLURALISME AGAMA ADALAH BENTUK PENODAAN SEMUA AGAMA Kalau ada yang yang mengatakan Pluralisme agama berarti org tersebut telah memproklamirkan semua agama itu syah maksudnya semua agama itu boleh dan benar,,, secara otomatis benar... more  |  |  | Guestbook | |
 | SANGGAHAN PEMIKIRAN JIL TERHADAP AHMADIYAH Sanggahan solusi Pertama: Bahwa agama mayoritas (islam) tidak bisa dipisahkan antara Hukum Positif negara dan Hukum (ushul) agama, maka agama itu esensinya adalah Peradapan itu sendiri, maksudnya adalah Peradapan islam yakni meng-implementasikan akidah islam secara secara yuniversal/menyelurah (kaffah) bukannya beradapan dalam arti sempit sebagaimana para tokoh JIL dalam mendevinisikan peradapan sebagai budaya. Kembali kepada permasalahan di atas bahwa agama mayoritas (islam indonesia) adalah menyangkut sebagaimana ke imanan maksud iman di sini adalah Perkataan, perbuatan dan keyakinan, dan tidak lepas dari tiga hal pokok di atas, dan bahkan esensi iman yang sebetulnya adalah yaaa, amal itu sendiri, mana mungkin kita bisa menghukumi baik buruk benar, salah kalau bukan berdasarkan amal (dhohirnya)? Wah kalau cara beragama tidak demikian maka itu bukan beragama betul maka hanya sebatas wacana, pangalaman dan informasi tentang islam dan bukannya dijiwai bahkan dapat disebut agama paganisme... Sedangkan masalah hukum positif di Negara kita indonesia bahkan sudah jelas paham Ahmadiyah sudah selayaknya mendapatkan sanksi hukum positif yang berlaku sebab apa? Telah menimbulkan keresahan! Betulkannn?. Apa ini salah terus siapa lagi yang disalahkan kalau bukan si Ahmad. Mak a telah kita ketahui bahwa penyimpangan Ahmadiyah memang sudah terlalu jauh dalam hal yang sangat prinsip sebab sudah masalah Ushul (pokok) bakannya hanya masalah Furu’ (cabang) oleh karena itu kita maklumi hal ini dapat menimbulkan sesautu yang tidak diinginkan, lain halnya dengan paham –paham lain mungkin masih ada batas toleransi. Coba anda berpikir obyektif kalau lokalisasi atau kemaksiatan dan apa saja terlepas dari benar dan salah seandainya itu terjadi menimbulkan keresahan di masyarakat kemudian, maka itu tetaplah mendapatkan sanksi hukum positif, bukannya demikian?, apalagi itu bagi masyarakat kita bahwa agama itu sesuatu yang asasi yang sangat esesial tentunya reaksi masyarakat lebih dari itu!. Bahkan masalah agama adalah masalah keberadaan manusia itu sendiri yang memang telah mendapatkan legalitas utama dan permata dalam hidup dan kehidupan umat manusia di muka bumi, secara otomatis bagi orang yang paham akan keberadaan hidup sudah jelas harus diperjuangkan. Anda: mengatakan: "Innaa li kulli maqaam maqaal", (semuanya harus proporsional). Inilah yang dimaksud dengan penerapan sekularisme. Jurtu Perkataan anda itu tidak proporsional, sebab anda memahami permasalahan di atas adalah tidak adil aliyas persial dan subjektif dan bukannya obyektif. Maka cara menyikapinya akan subektif, anda memaksakan istilah yang keliru bahwa iman itu yang berhak menjelaskan hanyalah Tuhan Esa bukanya istilah sekularisme yang anda paksakan yang tidak mengena objektif yang anda bahas sudahlah anda pahami iman baik berpaham islam klasik maupun islam konteporer maka anda akan tampak rancau dalam berhujjah.
Sanggahan kedua: Dalam agama islam telah memberikan kebebasan akan tetapi, harus mempunyai strategi dan ideal moral yang harus dipertimbangkan akan bahaya sosial dimana masyarakat itu sendiri saya kira boleh-boleh saja tentang kesempatan, kebebasan, dan toleransi dan siapa orangnya dimanapun ia berada tidaklah seorangpun yang bisa memaksa, membendung tentang keyakinan yang mereka yakini, akan tetapi hukum alam (sunatullah) telah jelas kalau hal-hal yang berkenaan amaliah yang menimbulkan keresahan pastilah akan mendapatkan sanksi baik sanksi sosial, moral (hukum adat) ampun sanksi konstitusional. Maka kesalahan Ahmadiyah terlalu berani menangtang arus yang terlalu besar dan di samping itu tidak memperhatikan keberadaan masyarakat yang plural minoritas serta monoteisme mayoritas. Sedangkan tentang dakwah islam bahwa islam melarang memberikan kesempatan bagi orang yang berbuat kezholiman terhadap akidah islam akan tetapi islam menganjurkan astabiqul khoirat yakni menganjurkan berlomba-lomba dalam kebaikan dan beramal sholih justru perkataan anda di atas telah menjusktivikasikan sebuah nas (dalil) yakni menempatkan sesuatau tidak pada tempatnya atau menyalah gunakan sebuah dalil. Maka saran saya belajarlah islam pada sumbernya (pada ahlinya) bukan belajar islam pada orang yang membencinya. Sehingga anda terkesan sama sekali tidak menjiwai agama yang anda pegang dengan demikian wajarlah anda tidak mempunyai alasan yang pasti dalam bersikap dan beragama secara pasti pula Maka saya simpulkan tentang keberadaan JIL itu dalam persimpangan jalan. Bagi saya, kelebihan mereka adalah kelemahan bagi saya,.. hai jangan dikomentari dulu? Maksud saya kelebihan si JIL itu bagi saya adalah kesesatan kerancuan berpikir dan penyimpangan akidah islam yang benar...., sedangkan kelebihan saya, kelemahan bagi mereka (si JIL) sebab kata mereka islam konservatif klasik atau islam tekstualis/literal adalah islam yang bertentangan dengan keberadaan yang ada saat ini bahkan kata mereka (JIL) perlu di rekontruksi ulang. Maka inilah ketidak pahaman mereka tentang esensi islam yang sesungguhnya, dan menurut saya adalah sebaliknya justru pemahaman memrekalah yang harus segera direkontruksikan ulang agar mereka tidak sakit jiwa, hahahaaa. 07 Maret jam 14:57 • Suka
Asrar Mabrur Faza Solusi Pertama??? Ahmadiyah??? Sanggahan kedua??? Nampaknya ada yang keliru menempatkan komentarnya. 09 Maret jam 7:33 • Suka
Wijhatul Haq kalau tolonglah dijelaskan agar tidak berkepanjangan, sebab kita menuntut dan dituntut dengan kebenaran ilmiah dan yuniversal. 09 Maret jam 11:53 •
|
 | Wijhatul Haq PLURALISME AGAMA ADALAH BENTUK PENODAAN SEMUA AGAMA Kalau ada yang yang mengatakan Pluralisme agama berarti org tersebut telah memproklamirkan semua agama itu syah maksudnya semua agama itu boleh dan benar,,, secara otomatis benar bersifat subiektif dan persial dan juga bisa dikatakan benar besifat relativ/isme kebenaran maka dapat disimpulkan kebenaran suatu agama berarti paham relativisme Maka dari pemahaman di atas org yg bersangkutan dapat dikategorikan org yang tidak berakal atau kurang akalnya dengan bahasa ektrim rojulun jahlun murokabun. Sebab apa? pemikiran atau paham seperti di atas tidak bisa diterima akal sehat dan fitrah, baik org yang paling awam sekalipun, dan agama apapun di dunia tidaklah bisa menerimanya kecuali agama org kurang akalnya betulkan?. Siapa yang mengatakan semua agama itu benar dan semua kebenaran (menurut akal manusia) itu benar menurut Tuhan maka inilah org yang memahami agama tanpa dasar kaidah ilmiah yang bersifat umum. Maka cara berfikir seperti inilah perlu hijrah ketempat dimana cara berpikir dan beragamanya kepada ahlinya (.........) yaitu ulama' salaf dan bukan kepada orientalis yang mereka memang sengaja menanamkan subhad-subhad kepada generasi islam yang kuper serta jumud. |
 | Benar-benar Al-Qur’an sangat menakjubkan yang mampu menyingkap sifat Kemunafiqkan Para Tokoh JIL dan pengikutnya
Sifat orang-orang Munafiq dalam Al Qur’an Nifaq merupakan penyakit yang tersembunyi di dalam batin, yang bisa memenuhi seluruh batin dan hatinya. Sementara dia tidak menyadarinya, sebab hal ini tidak bisa diketahui orang lain. Nifaq ini tersembunyi karena keadaannya yang samara-samar. Dia mengira nifaq itu bagus, tetapi ternyata merusak. Nifaq ada dua macam; Besar dan kecil. Nifaq yang besar mengakibatkan kekekalan di dalam neraka dan berada di lapoisan yang paling bawah. Gambarannya orang munafiq menampakkan iman kepada Allah, para malaikat, kitab, para rasul, dan hari akhirat di hadapan orang-orang Muslim, padahal di dalam batinnya dia tidak memiliki iman itu. Dia tidak beriman bahwa Allah menurunkan wahyu kepada manusia yang dijadikan-Nya sebagai rasul, yang memberi petunjuk, peringatan dan ancaman. Allah telah menyibak tabire orang-orang munafiq dan mengungkap rahasia mereka di dalam Al Qur’an. Perkara mereka dijelaskan di hadapan orang lain, agar menjadi peringatan. Diawal surat Al Baqorohdisebutkan tiga macam golongan manusia yang ada di dunia ini, yaitu; tentang orang-orang Mukmin, orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Empat ayat tentang orang-orang Mukmin, dua ayat tentang orang-orang kafir dan tiga belas ayat tentang orang-orang munafiq. Ayat tentang mereka lebih banyak jumlahnya, karena jumlah mereka cukup banyak dan cobaan yang mereka akibatkan lebih menyeluruh serta lebih membahayakanislam dan para pemeluknya. Cukup berat cobaan yang harus ditanggung islam, karena mereka menisbatkan diri kepada Islam, menunjukan loyalitas kepada Islam, padahal hakikatnya mereka adalah musuh Islam. Demi Allah, berapa banyak orang yang seakan membela Islam, padahal sebenarnya dia menghancurkan Islam.berapa banyak orang yang membangun fondasi benteng, padahal sebenarnya dia merusaknya Islam dan para pemeluknya sementara dalam intaian bahaya karena keberadaan mereka. Inilah gambaran keadaan mereka yang disebutkan secara berurutan dalam surat Al Baqoroh, dari ayat 8 hingga ayat 20. Ayat 8: mereka mengenakan pakaian iman, sedang di dalam hatinya ada perasaan sesal danmerugi, dusta dan pengingkaran. Lidah mereka lidah yang orang pasrah, sedang batin mereka lebih dekat dengan orang-orang kafir. Ayat 9: Modal mereka adalah modal tipuan dan makar. Barang dagangan mereka kedustaan dan pengkhianatan. Mereka mempunyai logika agar tetap eksis, yaitu memperlihatkan keridhaan kepada kedua belah pihak, sehingga mereka tetap merasa aman. Ayat 10: Penyakit syubhat dan syahwat menyusup ke dalam hati mereka lalu merusaknya. Maksud yang buruk menguasai kehendak mereka dan niat mereka rusak, lalu menyeret mereka kepada kebinasaan yang tidak bisa diobati oleh dokter. Ayat 11 dan 12: Siapa yang bejana iamannya disusupi keragu-raguan dipengaruhi syubhat kesamar-samaran mereka, maka keyakinan di dalam hatinya akan hilang, karena kerusakan mereka di bumi amat banyak, namun mereka tidak mengakuinya. Ayat 13: Seseorang yang berpegang kepada Al Kitab dan as Sunnah dalam pandangan mereka adalah orang myang berpegang kepada benda mati, dianggap kurang beres akalnya. Orang yang melaksanakan nash menurut pandangan mereka seperti keledai yang membawa kitab suci. Dagangan pedagang wahyu menurut pandangan mereka tidak laku dan mereka tidak mau menerimanya. Orang yang mengikuti rasul menurut pandangan mereka termasuk orang-orang bodoh., dan mereka akan mengejeknya. Ayat 14: Masing-masing di antara mereka mempunyai dua wajah. Wajah saat berhadapan dengan orang-orang Mukmin, dan satu wajah lagi saat mereka bebrkumpul dengan rekan-rekan segolongannya. Mereka juga mempunyai dua lidah, satu lidah digunakan jika bersama orang-orang Muslim, dan satu lidah lagi dipergunakan untuk menerjemahkan rahasia terpendam di dalam hati mereka. Ayat 15: Mereka berpaling dari al Kitab dan As Sunnah, karena herndak mengolok-olok dan mengejek orang-orang yang berpegang kepada keduanya. Ayat 16: Mereka keluar mencari perniagaan yang sia-sia di tengah-tengah gelombang hayalan myang tidak pasti. Perahu mereka pun terombang-ambing dihembus badai hingga mereka pun terhempas dalam kebinasaan. Ayat 17: Iman menyala di dekat mereka sehnigga dengan cahayanya mereka bisa melihat tempat-tempat yang berdsasarkan petunjuk dan tempat yang menyesatkan. Tapi kemudian cahayanya padam dan tinggal setitik api yang kadang menyala dan kadang tidak, sehingga mereka tersiksa dengan keadaan itu, kenudian mereka sama sekali tidak bisa melihat. Ayat 18: Pendengaran penglihatan dan lidah mereka sudah tertutup kerak, sehingga mereka tidak bisa mendengar seruan iman, tidak bisa melihat hakikat Al Qur’an dan bisa mengatakan kebenran. Ayat 19: Hujan wahyu turun kepada mereka, yang di dalamnya terhadap kehidupan bagi hati dan ruh. Tapi yang mereka dengar dari hujan itu hanya suara petir peringatan, ancaman dan kuwajiban ,yang dibebankan kepada mereka setiap pagi dan petang. Maka mereka menyumbatkan jari kelubang telinga mereka dan mereka pun lari. Ayat 20: Dalam hujan lebat itu mereka tidak bisa melihat hanya dengan mengandalkan kilat yang menyambar, dan pendengaran mereka tidak mampu mendengar petir janji, perintah dan larangan. Mereka pun berdiri dalam keadaan bingung di hamparan tanah yang kering kerontang. Masih banyak sifat orang-orang munafiq lannya dan penggambran tentang diri mereka yang disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.
|
 |
duniafikir wrote on Sep 6, '10, edited on Sep 6, '10 Khotbah Idul Fitri Ole : Wijhatul Haq Madiun
الله أكبر كبيرا, والحمد لله كثيرا, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً, لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَأَعَزَّجُنْدَهُ, وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ. الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن، اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن. Segala puja dan puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT `Azza wa Jalla semata, satu-satuNya Dzat tempat kita mengabdi dan tempat kita berserah diri. Shalawat dan Salam,semuga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW, keluarga dan shahabatnya serta pengikut yang setia sampai akhir zaman. Dengan melalui beliau Allah SWT telah mewahyukan agama Islam sebagai ini agama yang haq dan sempurna untuk mengatur umat manusia, sesuai dengan fitrahnya liddiini hanifaa agama yang lurus yaitu agama islam ini
Setiap tanggal 1 Syawwal, umat Islam di seluruh dunia, yang kini bergembira merayakan Festival Kemenangan atau Idul Fitri, setelah sebulan penuh berlatih dalam pengendalian diri. Yakni melaksanakan ibadah puasa yang diikuti amalan-amalan ibadah yang lain seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, memperbanyak infaq dan shadaqah, serta amalan lainnya yang dianjurkan agama. Mudah-mudahan Allah SWT menerima segala aktivitas ibadah puasa kita sebagai amal shaleh yang menambah timbangan berat kebajikan kita pada hari akhirat nanti.
Dengan amalan ibadah puasa yang baru selesai kita laksanakan itu adalah salah satu di antara pilar-pilar rukun islam, yang Allah SWT wajibkan kepada kita umat islam khususnya bagi orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Dengan amalan inilah menuju kesempurnaan islam kita, atau keislaman kita menjadi sempurna. Amalan-malan apa dalam hidup kita ini, tentunya ya islam itu
Amalan-amalan islam secara garis besar ada lima pilar sebagaimana rukun islam. Nabi SAW bersabda; Yang artinya “Dari Abdillah bin Umar ra. Berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Islam itu dirikan atas lima perkara: (1). Bersaksi bahwa tiada ilah yang hak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. (2). Mendirikan shalat. (3). Mengeluarkan zakat. (4) Menunaikan ibadah haji. (5). Berpuasa dibulan ramadhan.
Kemudian yang pertama adalah Syahadat; Bahwa syahadat sebagai pilar utama dan pertama dalam beramal atau berislam dengan menyatakan dua kalimat syahdat yaitu “LAA ILAA HA ILLAH MUHAMMADAR ROSULULLAH” Laama’ buuda bihaqqin illaah, ini akan melahirkan perubahan jiwa secara revolusi kepada yang bersangkutan inilah proses awal berislam. Berarti telah membebaskan diri dari perbudakkan ilah-ilah yang ada di sekitar kita atau menolak dan menyalahkan sesembahan-sesembahan yang ada di dunia ini, meskipun dalam kenyataannya masih banyak ilah tetapi ilah-ilah yang ada itu tidak benar aliyas batil/sesat, sedangkan yang hak/benar hanyalah Allah SWT.
Memang kalimat syahadat ini mudah dilafatkan/diucapkan tetapi prakteknya tidaklah segampang itu, sebab ucapan syahadat ini mencakup lahir dan batin maka ini perlu tidakkan nyata sesuai dengan apa yang mereka ikrarkan di dalam kalimat syahadat tersebut. Maka wajarlah para generasi awal umat islam ketika mreka masuk islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat bisa menggemparkan semua sendi-sendi kesyirikan pada saat itu, bahkan langsung memberi perubahan baik diri mereka sediri, keluarga, masyarakat bahkan dunia. Dan pada saat itu pula Romawi dan Parsia dapat ditaklukkan oleh islam. Inilah hakikat syahadat yang sesungguhnya yang dapat memberikan perubahan masyarakat jahili menjadi masyarakat islami.
Pilar kedua yaitu Shalat Kita umat islam diwajibkan melaksakan shalat lima waktu sehari semalam, tidak boleh tidak ini wajib sebagai persyaratan pokok (ushul dalam islam) dengan ibadah-ibadah inilah sebagai alat kontroling seorang hamba dengan Tuhannya agar selalu ingat dan terus ingat kepada Allah SWT lima kali dalam sehari semalam, sebagai sarana tazkiyahtun nafs wa dzikrullah mensucikan diri dan selalu ingat kepada Allah serta melatih jiwa kepemimpinan, kedisiplinan/tertip, kesabaran, Kebersihan lahir batin. Maka secara otomais diri kita selalu terjaga dari perbuatan dosa dan maksiat. Maka inilah tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini sebagamana dalam firman-Nya.
“Dan Aku Tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. Dengan ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa kita diciptakan itu bukanlah dibiarkan begitu saja, akan tetapi kita diperintahkan untuk taat beribadah dan sabar, taat melaksanakan perintah-perintah-Nya dan sabar meninggalkan larangan-lrangan-Nya maka inilah disebut inti ibadah.
Pilar ketiga adalah kewajiban mengeluarkan Zakat Allah SWT mewajibkan kepada kita umat islam mengeluarkan zakat, baik zakat fitri maupun zakat maal dan diberikan kepada yang berhak menerimanya ini termasuk salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan tidak boleh tidak sudah jelas nasnya/dalilnya. Kalau kita perhatikan umat islam saat ini banyak yang meninggalkan kuwajiban membayar zakat, Padahal setiap harta melebihi satu nishob harus dikeluarkan 2,5% ini hak fakir miskin yang wajib dikeluarkan yang dapat mensucikan harta mereka yang 97,5 % itu. Dan apabila tidak dikeluarkan maka ini sebuah kedholiman dengan bahasa ekstrim adalah sama dengan orang kaya mencuri/mengambil haknya fakir miskin, ini lebih memprihatikan daripada perampok mencuri harta orang kaya.
Hikmah yang terkandung dalam Zakat adalah menghilangkan sifat-sifat kikir dan bakil, bahwa kikir dan bakil itu sama dengan mendholimi terhadap diri mereka sendiri baik di dunia maupun di akhirat, di dunia hilanglah keberkahan harta yang mereka miliki tidak membawa kabaikan bagi pemiliknya sehingga berat melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan berat meninggalkan larangan-larangan-Nya. Ini semua disebabkan dosa-dosa mereka dengan harta yang tidak mereka zakati. ini sebenarnya sudah cukup menjadi siksaan bagi mereka di dunia lebih-lebih besuk di akhirat azab Allah lebih besar lagi. Akan tetapi mereka menyangka bahwa harta yang mereka simpan itu kabaikan dan kenikmatan padahal sebaliknya, itu adalah siksaan dan kedholiman terhadap diri mereka sendiri. Allah SWT firman yang artinya: Juga firman Allah SWT lain yang artinya "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180) dan firman Allah berikutnya adalah; "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35). Mudah-mudahan kita dihindarkan Allah SWT dari sifat di atas amin.
Pilar keampat Puasa Ramadhan Dan Allah SWT mewajibkan kita umat islam Puasa, dengan melaksanakan ibadah Puasa inilah sebagai Perisai, benteng yang dapat memutus keinginan hawa nafsu mengontrol, menenangkan, menahan baik dhohir maupun batin ini termasuk tarbiyah/pendidikan secara langsung dari Allah SWT, maka wajarlah Allah langsung yang memberikan pahala : Allah Azza Wajalla berfirman,
“HambaKu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu bagi-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya dan setiap kebaikan dibalas 10 kali.” (HR Bukhori) Inilah janji-janji Allah kepada orang-orang yang berpuasa mudah-mudah ibadah puasa yang baru selesai kita laksanakan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT 10 kali lipat bahkan lebih. Kalau ibadah puasa ini didasari penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah akan melahirkan sifat-sifat ikhsan, sifat ikhsan ini sebagai puncak keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Rabbnya, dengan istilah lain adalah ma’rifatullah azza wajalla selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga selalu menjaga diri, dan berusaha keras untuk melaksanakan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan selalu berusaha keras meninggalkan apa-apa yang membuat murka kepada-Nya inilah prinsip dasar ikhsan sebagaimana sabda Nabi SAW. “Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Pilar yang kelima/terakhir adalah Haji, Melaksanakan ibadah haji maka wajib bagi yang kuasa/mampu maka ini sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya, dan apa saja yang Allah perintahkan pastilah terkandung di dalamnya suatu hikmah, kemaslahatan, kebahagiaan, ketenangan dan kebaikan dan ini adalah syari’at yang wajib diimanani tanpa ada tawar menawar. Dengan ibadah haji ini sebagai sarana untuk mengingatkan kepada umat islam ketika di padang arafah tempat berkumpulnya berjuta-juta manusia bahkan milyaran. Dan ini menggambarkan kita besuk di padang mahsar, kita akan digiring di tempat yang lapang dalam keadaan tidak berpakaian jarak matahari sangat dekat dan tidak bisa dibayangkan betapa panasnya. Mudah-mudahan dengan ibadah puasa yang telah kita laksanakan ini bisa menebus dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta dapat membebaskan beratnya kesengsaraan pada yaumul akhirat. Amin-amin yaa rabbal alamin Demikianlah pilar-pilar amalan islam yang wajib kita laksanakan sebagai kuwajiban yang sangat azasi... Dan marilah kita tutup dengan berdoa serta mohon ampun kita kepada Allah SWT,..
Allahumma Ya Rabbana, yaa Allah yaa Tuhan kami telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering maksiat kepada-Mu. Telah banyak Engkau penuhi kenikmatan hidup kami dengan kemurahan-Mu, namun kami sering ingkar dan tidak bersyukur kepada-Mu. Telah banyak Engkau tutupi aib dan kekurangan kami dengan kemuliaan-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak dosa yang kami lakukan, betapa beratnya siksa yang akan kami tanggung, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu.
Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Maka ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati kami, indahkan akhlaq kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, ya Allah ya tuhan kami, bimbinglah kami kejalan yang lurus, dan tunjukkan kami kepada keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa, maka kabulkanlah doa permohonan kami.
|
 |